RSS

Umar bin Khaththab

02 Jan

Kami semua senantiasa mulia sejak Umar masuk Islam

Umar bin Khaththab tidak dapat menahan amarahnya. Tekadnya sudah bulat. Hari itu, ia akan menghabisi Rasulullah SAW. Dengan pedang terhunus di tangan, laki-laki yang lahir dari pasangan Khaththab dan Hanthamah ini, bergegas meninggalkan rumahnya.

Di perjalanan, ia berjumpa dengan Nu’aim bin Abdullah. Nu’aim memberitakan kepada Umar Khaththab bahwa Fathimah binti Khaththab, adiknya, dan suaminya Said bin Zaid  telah memeluk islam. Mendengar itu, Kemarahan Umar bin Khaththab semakin memuncak.

Umar  mengalihkan arah perjalananya. Ia bersegera menuju rumah adiknya, Fathimah. Di depan pintu, ia menemukan Fathimah dan suaminya sedang membaca ayat-ayat suci Al- Qur’an. Khabbab bin Art sedang mengajari keduanya membaca Al- Quran surah Thaha.

Dengan perasaan murka, Umar menghardik Fathimah dan memerintahkannya untuk melepaskan Islam dan kembali kepada tuhan-tuhan nenek moyang mereka, penyembah berhala. Di puncak kemarahannya, Umar sempat memukul Said bin Zaid dan menampar adiknya, Fathimah. Darah mengalir dari celah bibir Fathimah. Hati Umar luluh. Di tengah kekacauan pikirannya itu, pandangan Umar menangkap sebuah lembaran yang bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Hatinya ciut. Dengan tangan bergetar, Umar meminta lembaran itu. Namun, Fathimah menolak. Ibnu Hisyam – dalam Sirah-nya – meriwayatkan, Fathimah sempat meminta Umar untuk mandi lebih dulu. Setelah itu ia menyerahkan lembaran bertulis surah Thaha itu kepada Umar. Begitu membaca ayat-ayat tersebut, perasaan Umar tenang. Kedamaian pun menyelimuti.

Hati Umar benar-benar luluh. Timbullah keinginan kuatnya untuk segera menemui Rasulullah SAW. Ditemani Khabab bin Art, Umar meninggalkan rumah Fathimah menuju rumah Al-Arqam bin Abil Arqam dimana Rasulullah SAW sedang menyampaikan dakwah secara sembunyi-sembunyi.

Dihadapan Rasulullah SAW, Umar berlutut menyatakan keislamannya. Kala itu tahun keenam dari kenabian. Umar berada pada urutan ke-40 dari mereka yang mula-mula masuk Islam.

Allah SWT mengabulkan do’a Rasulullah SAW yang pernah beliau lantunkan, “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan dua orang yang paling Engkau cintai, dengan Umar bin Khaththab atau dengan Abu Jahal bin Hisyam,” (HR At Tirmidzi). Ternyata Allah lebih mencintai Umar bin Khaththab .

Sebelum masuk Islam, Umar adalah orang yang paling memusuhi Islam, sampai-sampai ada yang pernah berkata, “Meski keledainya masuk Islam, sekali-kali Umar tidak akan masuk Islam.”

Sejak masuk Islam, Umarlah yang mengawali pencetusan dakwah secara terang-terangan. Umarlah yang menancapkan tonggak Al-Faruq, Pembeda antara yang hak dan bathil. “Kami semua senantiasa mulia sejak Umar masuk Islam,” kenang Ibnu Mas’ud seperti diriwayatkan Bukhari. Ibnu Mas’ud menambahkan, “Masuknya Umar dalam Islam adalah pembukaan. Hijrahnya adalah kemenangan, kekuasaannya adalah rahmat. Sungguh kami menyadari diri kami sebelumnnya tidak mampu mendirikan shalat di Ka’bah hingga Umar masuk Islam. Ketika masuk Islam, ia memerangi mereka dan membiarkan kami shalat.”

Shuhaib bin Sinan juga berkomentar, “Ketika Umar bin Khaththab masuk Islam, dakwah Islam muncul dan diserukan secara terang-terangan. Kami menjadi leluasa duduk melingkar dan berthawaf di Ka’bah. Kami juga tertolong dari siapa saja yang berlaku kasar kepada kami.”

Kemuliaan Umar tidak hanya pada keberaniannya, tapi juga pada kebenaran dirinya. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lidah dan hati Umar,” (HR Tirmidzi).

Ketika kebenaran berada pada lisan dan hatinya, Umar menepati Tuhannya lebih dari satu permasalahan. Umar pernah berkata, “Saya menepati Tuhanku pada tiga masalah. Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, andaikan kita menjadikan Maqam Ibrahim sebagai sebagai tempai shalat’, maka turunlah ayat, “…. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat ….” (QS Al-Baqarah: 125).

Peristiwa ketua adalah turunnya ayat tentang Hijab, saya (Umar) berkata, ‘Wahai Rasulullah, seandainya engkau memerintahkan istri-istrimu untuk menutup tubuh (mengenakan hijab) sebab yang berbicara tentang mereka adalah orang baik dan juga orang yang keji’, maka turunlah ayat tetang hijab.

Ketiga adalah ketika istri-istri beliau berkumpul karena cemburu terhadap beliau, maka saya (Umar) berkata kepada mereka, ‘Juka nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhanny akan memberi ganti kepadanya denga istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, tang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan,’ (QS At-Tahrim: 5), maka turun ayat ini.”

Selain tiga hal itu, masih ada beberapa pendapat Umar yang sama dengan Al-Qur’an. Ia pernah mengusulkan untuk membunuh tawanan Perang Badar dan tidak menerima tebusan dari mereka. Lalu, turunlah firman Allah, “Tidak patut bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil,” (QS Al-Anfal: 67-68).

Umar juga pernah menyampaikan kepada Nabi agar tidak menshalati jenazah orang-orang yang munafik. Lalu, turunlah firman Allah, “Janganlah kalian menshalati orang yang mati dari mereka selamanya, dan jangan kamu berdiri (mendo’akan) di kuburnya, sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik,” (QS At-Taubah).

Umar termasuk orang terhormat dari Quraisy, dan kepada Umarlah diserahkan masalah kedutaan pada masa Jahiliyah. Jika di antara orang-orang Quraisy terjadi masalah atau mereka bermasalah dengan suku lainnya, maka yang dikirim sebagai duta adalah umar. Apapun solusi yang Umar berikan, baik yang menyebabkan jauhnya hubungan atau penyebab kebanggaan, mereka tetap mengirimkannya untuk tugas-tugas tersebut.

Sejak mendapatkan hidayah, Umar tak pernah menutupi keislamanya. Keberanian dan pengabdian Umar kepada Islam sebagai seorang penduduk Makkah yang paling berpengaruh, ia menaikkan semangat juang kaum Muslimin yang lainnya. Keberanian umar dalam memisahkan antara kebenaran dengan kebathilan membuatnya dijuluki Al-Faruq, yang berarti pemisah antara kebenaran dengan kebathilan.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar adalah sahabat dan penasihat yang terdekat. Hal ini yang membuat umar menjadi nominator terkuat untuk meneruskan kekhalifahan Abu Bakar. Maka, ketika Abu Bakar wafat, kaum Muslimin sepakat membai’at Umar sebagai khalifah baru.

Saat pembai’atannya sebagai khalifah, ia berkata, “Wahai kaum Muslimin, kalian semua memiliki hak-hak atas diri saya, yang selalu bisa kalian pinta. Salah satunya adalah jika seorang dari kalian memintakan haknya kepada saya, ia harus kembali hanya jika haknya sudah dipenuhi dengan baik. Hak kalian yang lainnya adalah permintaan kalian bahwa saya tidak akan mengambil apa pun dari harta Negara mau pun dari rampasan pertempuran. Kalian juga dapat meminta saya untuk menaikan upah dan gaji kalian seiring dengan meningkanya uang yang masuk ke dalam kas Negara; dan saya akan meningkatkan kehidupan kalian dan tidak akan membuat kalian sengsara. Juga merupakan hak, apabila kalian pergi ke medan pertempuran, saya tidak akan menahan kepulangan kalian, dan ketika kalian sedang bertempur, saya akan menjaga keluarga kalian laksana seorang ayah.

Wahai kaum Muslimin, bertaqwalah selalu kepada Allah SWT, maafkan kesalahan-kesalahan saya dan bantulah saya dalam menegakkan kebenaran dan memberantas kebathilan. Nasihatilah saya dalam pemenuhan kewajiban-kewajiban yang telah diamanahkan oleh Allah SWT ….”

Umar merupakan pemimpin dengan keahlian administrasi yang sangat baik, pemimpin politik dan jenderal militer yang cerdas. Ketidak egoisan dan kekukuhan dalam menegakkan kebenaran dan hak-hak rakyat, membuatnya dihargai dan memiliki posisi penting dalam sejarah.

Di antara kontribusi yang diberikan Umar bin Khaththab untuk Islam adalah, ketika ia beserta pasukan Islam berhasil membentangkan kejayaan Islam dari Mesir, Syam, Iraq sampai ke kerajaan Persia. Ia beserta para sahabat lainnya berhasil mengembangkan wilayah Islam. Ia berhasil membangun administrasi yang baik dalam pemerintahan Islam. Daulah Islamiyah menunjukkan adanya peningkatan perbaikan selama pemerintahannya.

Sammak bin Harb menuturkan, “Umar bin Khaththab sangat gesit, seakan ia naik kuda sementara orang-orang berjalan kaki.”

Ia orang pertama yang mencetuskan ide tentang perlunya dilakukan pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an. Ia dikenal sebagai sahabat yang berani melakukan Ijtihad dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip musyawarah.

Umar tidak mengharap dicintai oleh orang besar, orang kaya atau bahkan kerabatnya. Ia juga tidak menganggap rendah anak kecil maupun orang fakir.

Umar mampu memadukan antara ilmu dan amal. Ia melaksanakan kepemimpinan dan keadilan dalam batas yang tidak mampu dilakukan oleh para penguasa dan raja biasa. Di sisi lain, ia mempunyai sifat zuhud dan kesabaran yang tak dimiliki para raja dan bahkan orang-orang yang ahli zuhud sekalipun.

Sebagai seorang khalifah, hidup sahabat Nabi yang dikenal juga dengan Abu Hafsh ini, benar-benar diabadikab untuk mencapai ridha Illahi. Ia berjuang bagi rakyat, benar-benar memerhatikan kesejahteraan mereka. Di malam hari, ia sering melakukan investigasi untuk mengetahui keadaan rakyat jelata yang sebenarnya.

Suatu malam, ia menemukan sebuah gubuk kecil. Dari dalam samar terdengar suara tangis anak-anak. Umar mendekat dan memastikan dengan seksama keadaan gubuk itu. Ia dapat melihat seorang ibu yang dikelilingi anak-anaknya. Ibu itu kelihatan sedang memasak sesuatu. Tiap kali anaknya menangis, sang ibu berkata, “Tunggulah, sebentar lagi makanannya akan matang.”

Selagi Umar memperhatikan di luar, sang ibu terus menenangkan anak-anaknya dan mengulangi perkataannya bahwa makanan tak lama lagi akan datang. Umar penasaran. Setelah memberi salam dan meminta izin, ia masuk dan bertanya,”mengapa anak-anak ibu tak berhenti menangis?”

“Mereka kelaparan!” jawab sang ibu.

“mengapa tak ibu berikan makanan yang sedang ibu masak sedari tadi?” Tanya Umar.

“Taka da makanan. Periuk yang sedari tadi saya masak hanya berisi batu untuk mendiamkan anak-anak. Biarlah mereka berpikir bahwa periuk itu berisi makanan. Mereka akan berhenti menangis karena kelelahan dan tidur.”

“Apakah ibu sering berbuat begini?” Tanya Umar ingin tahu.

“Ya. Saya tidak memiliki keluarga dan suami tempat saya bergantung.  Saya sebatang kara,” jawab sang ibu dengan nada datar, berusaha menyembunyikan kepedihan hidupnya.

Mengapa ibu tidak meminta pertolongan kepada khalifah? Mungkin ia dapat menolong ibu dan anak-anak dengan memberikan uang dari Baitul Mal? Itu akan sangat membantu kehidupan ibu dan anak-anak.” Ujar Umar menasehati.

“Khalifah telah berbuat zalim kepada saya ….,” jawab si ibu.

“Bagaimana khalifah bisa berbuat zalim kepada ibu?” sang khalifah ingin tahu.

“Saya akan menyesalkan pemerintahannya. Seharusnya ia melihat kondisi rakyatnya dalam kehidupan nyata. Siapa tahu, ada banyak yang demikian senasib seperti saya.” Jawab si ibu yang demikian menyentuh hati Umar.

Umar berdiri dan berkata, “Tunggu sebentar, Bu. Saya akan kembali.”

Di malam yang telah larut itu, Umar bergegas menuju Baitul Mal. Ia segera mengangkat sekarung gandum yang besar di pundaknya. Aslam, sahabatnya, membantu membawa minyak samin untuk memasak.

Karena jarak antara Madinah dengan rumah ibu cukup jauh, keringat bercucuran dari tubuh sang khalifah. Maka, Aslam berniat membantu Umar mengangkat karung itu. Dengan tegas Umar menolak tawaran Aslam,”Tidak akan saya biarkan kamu membawa dosa-dosa saya di akhirat kelak. Biarkan saya membawa karung besar ini karena saya merasa begitu bersalah atas apa yang telah terjadi pada ibu beserta anak-anaknya,” jawab Umar dengan napas tersengal-sengal.

Maka, ketika khalifah menyerahlan sekarung gandum yang besar kepada si ibu beserta anak-anaknya yang miskin, betapa gembiranya mereka menerima bahan makanan dari ‘lelaki tidak dikenal’ ini. Kemudian ‘lelaki tidak dikenal’ itu memberitahukan si ibu untuk menemui khalifah besok, untuk mendaftarkan dirinya dan anak-anaknya di Baitul Mal.

Betapa terkejutnya si ibu, ketika keesokannya ia berkunjung ke Madinah. Dia menemukan kenyataan bahwa ‘lelaki tidak dikenal’ itu tak lain Khalifah Umar sendiri!

Umar adalah profil seorang pemimpin yang sukses, mujtahid (ahli ijtihad) yang ulung, dan sahabat Rasulullah yang sejati. Ia meriwayatkan 527 Hadits.

Umar memiliki 12 anak, enam laki-laki dan perempuan. Mereka adalah Abdullah, Abdurrahman, Zaid, Ubaidillah, Ashim, Iyyadh, Hafshah, Ruqayyah, Fathimah, Shafiyah, Zainab, dan Ummu Walid.

Kesuksesannya dalam mengibarkan panji-panji Islam mengundang rasa iri dan dengki, di hati musuh-musuhnya. Salah seorang di antara mereka Fairuz, Abu Lu’lu’ah. Mantan pembantu Mughirah bin Syu’bah ini telah mengakhiri hidupnya dengan cara yang amat tragis. Ia menikam Umar tatkala sedang memimpin shalat Subuh pada Rabu 26 Dzulhijah 23 H.

Umar wafat pada Ahad, dalam usia 63 tahun, persis seperti usia Nabi dan Abu Bakar Ash-Shiddiq, setelah menjabat selama 10 tahun enam bulan dan empat hari. Sebelum meninggal, ia sempat memilih enam orang sahabat Nabi untuk menentukan khalifah setelahnya. Mereka adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auf, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Dari rapat yang berlangsung di rumah Musawwar bin Mukhrimat itu, terpilihlah Utsman bin Affaln sebagai khalifah pengganti Umar bin Khaththab. Semoga Allah menempatkannya di surga. Amin.

Sumber: Ngefans sama Sahabat Nabi dengan perubahan

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Januari 2013 in Artikel

 

Tag: , , ,

Komentar, yuk!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: